PUISI GALAU
1. Puisi galau "karena kamu"
saat tawa dan senyuumu tak lagi dapat menyinari hariku
waktuku semakin lama saja berputur
saat tawa dan canda guraumu tidak ada lagi dihariku
waktuku semakin mengrogoti kesedihanku
merobek pagiku, saat aku terbangun dalam tenangku
menusuk kesibukanku, saat aku tidak terjaga dalam bosku
menghancurkan rasa kebahagianku, saat aku melihat senyummu mereka
meneteskan huja kecilku, saat aku didalam kesunyianku
adakah kamu yang dulu telah dapat terban melukis langit
atau dakah kamu yang dulu sudah tak dapat lagi, mengingat lukisan yang pernah ada
semua karena kamu...
aku dapat mengerti apa itu cinta
semua karena dirimu
aku dapat memahami, bagaimana seharusnya cinta
2. Puisi galau "Senyummu"
tak dapat terhapus, saat tawa mereka melekat ditelingaku
tak dapat terungkiri, saat canda tawa mereka menembus egoku
tak dapat aku bayangkan, saat cerita mereka mengoda amarahku
inilah aku yang selalu masih tetap berada di senyummu
langkah mereka yang beriringan dengan tawa
membuatku terluka tentang keberadaanmu yang pernah ada
senyum mereka yang beriringan dengan canda tawa
membuatku berada didalam gelapnya kebahagian
inilah aku....
dengan apa aku mampu dapat bertahan melewati ini
inilah aku
yang tidak dapat mengendalikan senyummu dari hidupku
sering berjalannya waktu dengan kemeriahan
membuatku tidak luput teringat tentang kamu
sering berjalanya beribu tawa dengen kebahagian
membuatku meneteskan setes hujan kecilku.
inilah aku...
yang masih ada terjaga untuk senyummu
inilah aku
yang masih memeluk erat kisah tentang kamu dan aku
3. Puisi galau "Egoka aku"
bunyi gemuruh raung rindu burung berkicau
bersorak, saat indahnya mentari menyinari
hempasan sinar mentari, dan alunan nada angin keheningan
berbisik, bercerita tentang cinta kehidupan mereka
senyum kecilku yang duduk mungil
membuatku risau tentang kebahagian itu
tawa kecilku yang sekejap sudah melepas
membuatku terdiam didalam ke gundaan
kuhempaskan bunyi nada kakiku untuk bercerita
berharap, semua tidak dapat lagi merangkulku
kuhempaskan bunyi, keriangan hatiku pada ruang lingkupku
berharap, semuanya tidak dapat teringat lagi
namun sekejap semua menjadi lenyap
saat semua senyum dan kebahagian melintasi sendiriku
namun semua menjadi gunda,
saat semua kebahagian mereka menjadi di mataku
sekejap senyummu menjadi ada, melintasi awanku
sekejap tawamu melayang meninggikan aganku
menghadirkan kerinduanku
egokah aku yang ingin tetap berjalan dalam rinduku
egokah aku yang masih ada didalam ruang cintaku
egokah aku yang masih mengharapkanmu untuk kembali
egokah kau yang maasih ingin memilikimu
hanya tawa dan senyumku yang masih tetap merasa
aku berada didalam gema rinduku

Posting Komentar
Posting Komentar