0

PATAH HATI

Ku berlari bagaikan petir yang melantar
menancap di selubungi gelapnya hujan
ku berteriak bagaikan puting beliung yang melintang
menhancurkan rasa nyaman yang ada di benakku

mengapa engkau bagaikan kelabu yang terbakar
mengapa engkau bagaikan asap yang terbayang
mendesak panas yang membuatku ingin membungkam
mengepak rasa membuatku ingin melepas

senyum yang dulu berlabu kini menjadi pelabuhan kosong
tawamu yang dulu menhentam sunyiku
kini menjadi wadah yang kekeringan
mengapa begitu cepat
mengapa begitu ringan
langkahmu untuk mengepakkan sayap

Posting Komentar

 
Top