0
Tuhan Menangis

Pada suatu hari di minggu malam
Tuhan begitu sedih dan muram
Dri kelopak matanya pula air menetes kencang
Bentuknya mirip kunang-kunang

Tuhan terlihat begitu kebingungan
Sebab, kita telah membuat telepon genggam lebih berharga dri kitab suci
Kita merasa selfie lebih berharga dri sajak-sajak puisi yg dahulu menjadi idaman
Selfie dgn makanan membuat kita merasa lebih bahagia dri pda menikmatinya
Share media sosial membuat kita lebih gagah dri pada hnya sekedar duduk menikmati pantai
Seolah-olah semua hasil karya sendiri
Akhirnya Tuhan menyadari bahwa saat ini kita berada di dunia Aruphadatu atau alam tanpa rupa
Paling filosofis dan abstrak
Kita sekarang berada di dunia hasrat........

Posting Komentar

 
Top