RANTING PEMILIK NEGERI
Sejak langkah berbunyi, mata meneliti, nafas medesah
Sejak saat itulah engkau menjadi abu kelabu dalam sumpahmu
Sejak engkau bermimpi, sejak engkau memberi, sejak engkau bersedekah
Sejak saat itulah nafsu aliarmu bergelora di hatimu.
Apa artinya bertutur kata dengan indah, bagaikan bunga mawar yang mempesona di pagi hari,
Sementara kata-kata di lubuk hatimu, bagikan batu yang entah berantah di jalanan
Apa artinya tersenyum manis seperti muka lugu seolah tidak tau, engkau sedang berbau busuk
Sementara senyum di hatimu bagaikan belati yang mematikan
Wahai ranting pemilik negeri, jagalah amanahmu
Jagalah sifat manusiamu, karena mentari tidak selamanya terang bebderang
Wahai ranting pemilik negeri, jagalah hatimu, jagalah sifat kedewasaanmu
Karena bunga melati tidak akan selamanya harum sampai membusuk
Lihatlah kebesaran nafsumu, membuat sampah juga ikut tersedot kepadamu
Lihatlah nafsu yang bergejolak di hatimu, membuat bau busukmu tidak tercium oleh hidungmu
Jadilah seorang ayah yang telaten mendidik anaknya, membangun wadah dasar yang kuat untuk rumahnya dalam menyusun rancangan-rancangan yang sepadan dengan istrinya
Jadilah ayah yang peduli kepada anaknya, yang membuat semuat anak berpeluk erat kepadanya dan memberi cinta kepadanya, yang memupuk cinta untuk masa depan di hatinya
By. Zembrong

Posting Komentar
Posting Komentar