0

 RANTING PEMILIK NEGERI




Sejak langkah berbunyi, mata meneliti, nafas medesah

Sejak saat itulah engkau menjadi abu kelabu dalam sumpahmu

Sejak engkau bermimpi, sejak engkau memberi, sejak engkau bersedekah

Sejak saat itulah nafsu aliarmu bergelora di hatimu.


Apa artinya bertutur kata dengan indah, bagaikan bunga mawar yang mempesona di pagi hari,

Sementara kata-kata di lubuk hatimu, bagikan batu yang entah berantah di jalanan

Apa artinya tersenyum manis seperti muka lugu seolah tidak tau, engkau sedang berbau busuk

Sementara senyum di hatimu bagaikan belati yang mematikan


Wahai ranting pemilik negeri, jagalah amanahmu

Jagalah sifat manusiamu, karena mentari tidak selamanya terang bebderang

Wahai ranting pemilik negeri, jagalah hatimu, jagalah sifat kedewasaanmu

Karena bunga melati tidak akan selamanya harum sampai membusuk


Lihatlah kebesaran nafsumu, membuat sampah juga ikut tersedot kepadamu

Lihatlah nafsu yang bergejolak di hatimu, membuat bau busukmu tidak tercium oleh hidungmu


Jadilah seorang ayah yang telaten mendidik anaknya, membangun wadah dasar yang kuat untuk rumahnya dalam menyusun rancangan-rancangan yang sepadan dengan istrinya

Jadilah ayah yang peduli kepada anaknya, yang membuat semuat anak berpeluk erat kepadanya dan memberi cinta kepadanya, yang memupuk cinta untuk masa depan di hatinya


                                                                                                        By. Zembrong


Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

 
Top