Pemimpin
hendaknya aku berlari
melewati sudut-sudut hujan yang menghantam
menembus angin yang terhenti
bagaikan salju yang telah tenggelam

hendaknya aku berlari
meluncur di atas air yang mengalir
menjelma menjadi angin yang terhenti
bagikan tawa yang menggema
hendaknya mimpi punya mimpi
menjadikan debu terurai menjadi salju
mengharukan gelap menjadi embun
bagaikan tawa bayi yang sedang menangis
hendaknya pemimpin punya jantung
menghentam deru saat hati membohong
menghitakan nafas sejenak saat mata melihat uang
bagaikan petir yang tak bisa tenggelam
hendaknya pemimpin punya jenajah
menghentam hening di saat aurah menggengagm
menghanyutkan keringat deru yang memanas
bagaikan istri mimpi di siang bolon

Posting Komentar
Posting Komentar